Laba merupakan salah satu tujuan utama didirikannya sebuah perusahaan. Kas yang merupakan interpretasi dari laba perusahaan, oleh karena itu manajemen kas sangat penting untuk dijaga posisinya. Hal ini berkaitan dengan peran manajemen kas yang sangat “vital” dalam menjalankan operasi perusahaan.

Tahukah Anda seberapa penting manajemen kas bagi sebuah perusahaan?

 

manajemen kas, aset, likuiditas, likuid, kas, uang, keuangan, cash, cash management, pengelolaan keuangan, finansial, financial, laba rugi, aliran kas, volume penjualan, kredit, debit, kas masuk, kas keluar, tunai, nominal, debitur, invoice, transaksi
Manajemen Kas Usaha dengan Baik dan Tepat

 

Kas sangat penting bagi sebuah perusahaan sebagai aset yang paling likuid. Ketika laporan keuangan perusahaan menunjukkan laba yang cukup tinggi, maka biasanya para pegawai akan menginterpretasikan bahwa perusahaan sudah berhasil, sudah maju dan dipastikan mereka akan mendapatkan “bonus” yang tinggi akan apa yang telah mereka dedikasikan untuk perusahaan. Tetapi tunggu dulu, kita haru melihat terlebih dahulu posisi kas perusahaan kita.

Laba tinggi tidak menunjukkan dengan sepenuhnya bahwa perusahaan telah berhasil pada periode tersebut. Laba yang tinggi jika diperoleh dengan penjualan kredit yang sangat tinggi (yang berarti piutangnya juga tinggi) akan menimbulkan aliran kas terganggu. Mengapa demikian?. Penjualan kredit yang tinggi mengakibatkan aliran kas tidak berbanding lurus dengan peningkatan volume penjualan. Otomatis kegiatan perusahaan akan terganggu karena banyaknya potensi kas yang terpendam dalam akun piutang. Hal ini akan menyebabkan perusahaan akan sulit untuk membeli sesuatu atau membayar berbagai tagihan-tagihan yang berkaitan dengan pendukung operasional.

Baca juga: Kupas Tuntas Pajak Pertambahan Nilai atau PPN Membangun Sendiri

Hal yang paling berbahaya adalah habisnya kas dikarenakan pengendapan piutang. Apalagi ternyata jika sebagian besar piutang tersebut mengendap pada satu atau dua customer perusahaan (tidak menyebar), tidak adanya manajemen kas yang baik. Hal ini akan semakin parah jika perusahaan tidak mengetahui kondisi keuangan customer. Perusahaan perlu hati-hati pada piutang yang mengendap di satu atau dua customer, karena apabila customer tidak dapat menutupi utang tersebut atau cenderung akan failed. Maka perusahaan harus siap terkena imbas dari pemberian piutang itu.

Penting untuk dilakukan oleh perusahaan adalah percepat kas masuk. Hal ini merupakan cara manajemen kas untuk mengamankan posisi kas perusahaan. Hal ini terdengar mudah, tapi akan sangat sulit diaplikasikan. Perusahaan juga harus melakukan ramalan kas masuk dan kas keluar. Kas masuk perusahaan harus lebih besar dari kas keluar. Hal ini juga harus dipastikan bahwa persediaan kas perusahaan cukup untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan.

Nah bagaimana kalau persediaan kas perusahaan yang mengendap sangat tinggi?. Kondisi demikian juga tidak baik. Mengapa? Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak memaksimalkan potensi penerimaan dari penggunaan kas. Kas yang sangat tinggi tersebut jika dialokasikan untuk investasi, maka akan memberikan penghasilan tambahan daripada diendapkan begitu saja.

manajemen kas, aset, likuiditas, likuid, kas, uang, keuangan, cash, cash management, pengelolaan keuangan, finansial, financial, laba rugi, aliran kas, volume penjualan, kredit, debit, kas masuk, kas keluar, tunai, nominal, debitur, invoice, transaksi, investasi, investment, return, balik modal, break even point, untung, keuntungan, pengembangan usaha
Alokasi Aliran Kas Terhadap Investasi Jangka Panjang

Berdasarkan beberapa uraian di atas, sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan manajemen kas, terutama mempercepat aliran kas masuk. Akuntansipedia merekomendasikan strategi mempercepat kas masuk berikut.

  • Memberikan potongan harga untuk pembelian tunai dengan nominal pembelian yang cukup besar

Pelanggan yang potensial untuk mempercepat kas masuk adalah pelanggan yang melakukan pembelian secara tunai. Akan sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan diskon kepada pembeli tunai yang membeli barang dengan partai besar (biasanya mereka akan menjual kembali barang yang mereka beli). Hal ini akan menguntungkan kedua pihak, dimana jika barang yang dibeli oleh pembeli akan dijual kembali. Sehingga, pembeli pun akan mendapatkan keuntungan yang lebih, karena harga beli lebih murah dari biasanya.

  • Potongan harga untuk pembayaran lebih awal

Saat ini banyak perusahaan melakukan sistem penjualan secara kredit bagi beberapa pelanggan tertentu yang sudah cukup dikenal oleh perusahaan yang melakukan pembelian dalam partai besar (biasanya untuk dijual kembali). Hal ini tentu merupakan salah satu strategi marketing yang lebih efektif untuk meningkatkan volume penjualan perusahaan. Permasalahan yang terjadi ialah ketika termin tertentu yang diberikan kepada debitur (pelanggan), mereka manfaatkan dengan sangat baik. Misalkan termin yang diberlakukan adalan n/30 (pembayaran dilakukan maksimal 30 hari sejak tanggal transaksi).

Baca juga: Prosedur dan Jenis Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang Wajib Anda Ketahui

Debitur yang cerdas akan memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal, yakni melakukan pembayaran pada waktu-waktu terakhir, sehingga sebelumnya mereka bisa memutar uang mereka terlebih dahulu untuk hal-hal produktif lain selain untuk membayar utang. Jika sebagian besar debitur melakukan hal tersebut, maka kondisi uang segar perusahaan akan terganggu. Untuk itu, sangat penting bahwa perusahaan menerapkan potongan penjualan untuk debitur yang membayar utangnya lebih awal. Misalkan menggunakan syarat pembayaran 2/10, n/30 yang artinya debitur akan mendapatkan potongan dua persen jika melakukan pembayaran pada jangka waktu maksimal 10 hari dari tanggal transaksi. Hal tersebut akan mendorong debitur untuk mendapatkan potongan pembelian dengan melakukan pembayaran lebih dini.

Contoh:

Debitur A memiliki nilai utang Rp. 1 Milyar kepada perusahaan. Jika debitur A membayar dalam jangka waktu 11-30 hari setelah tanggal transaksi, maka debitur harus membayar utangnya secara penuh, yakni Rp. 1 milyar. Jika debitur A memanfaatkan periode potongan (diskon) dengan membayar pada rentang waktu 1-10 hari dari tanggal transaksi, maka jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp 980 juta (98% X Rp 1 Milyar ==> karena potongan 2%, jadi jumlah yang harus dibayarkan adalah 98%). Dengan memanfaatkan peluang periode diskon, maka debitur mendapatkan keuntungan berupa potongan harga sebesar 20 juta ( Rp. 1 Milyar – Rp. 980 juta).

  • Mengidentifikasi “Daftar Hitam Debitur”

Hal yang tak kalah penting dalam memberikan piutang kepada debitur adalah riwayat pelunasan piutang oleh debitur. Perusahaan harus melihat apakah debitur pada periode sebelumnya memiliki riwayat kesulitan melakukan pembayaran atau tidak, misalkan melakukan keterlambatan pembayaran beberapa kali (yang menunjukkan bahwa kemampuan finansial debitur dimungkinkan sedang dalam kondisi yang tidak baik). Hal ini harus dijadikan pertimbangan untuk mendasari pemberian keputusan penjualan kredit (pemberian piutang) kepada debitur tersebut. Jika perusahaan membiarkan saja hal ini terjadi, maka akan dimungkinkan perusahaan akan kesulitan untuk melakukan penagihan (ujung-ujungnya piutangnya harus dihentikan karena debitur mengalami ketidakmampuan membayar). Hal ini tentu saja akan sangat merugikan perusahaan.

  • Menambahkan Metode Pembayaran yang Memudahkan Transaksi

Ada kalanya pelanggan suatu perusahaan berasal dari luar negeri. Tidak ada salahnya jika sebelumnya pembayaran via transfer, bisa menggunakan metode tambahan seperti paypal. Paypal saat ini merupakan alat transaksi primadona yang sudah mengglobal yang aman dan praktis untuk berkirim maupun menerima uang.

  • Mem-Follow Up Invoice

Buatlah analisa umur piutang dan jadwal jatuh tempo invoice pelanggan sebagai alarm untuk melakukan penagihan. Lakukukan follow up terhadap pelanggan melalui telepon atau media yang lain dengan kesan mengingatkan bahwa pembayaran akan jatuh tempo. Jangan membuat pelanggan merasa tidak nyaman dengan telepon yang kita lakukan.

  • Pemberlakuan Denda Keterlambatan Pembayaran

Jika ada reward pada saat pelanggan melakukan pembayaran tepat waktu, maka bisa juga dilakukan punishment bagi pelanggan yang melakukan keterlambatan pembayaran. Keterlambatan pembayaran oleh pelanggan dapat mengganggu arus kas masuk perusahaan, terlebih lagi jika perusahaan bukanlah perusahaan skala besar yang memiliki persediaan kas menganggur yang tinggi. Untuk itu sangat penting untuk melakukan strategi jitu supaya pelanggan tidak melakukan keterlambatan dalam pembayaran, yaitu sistem denda keterlambatan pembayaran. Misalkan dengan memberikan denda 1% dari jumlah tertagih jika keterlambatan pembayaran 1-10 hari, 2 % untuk keterlambatan 11-20 hari. Perlu diingat bahwa posisi tawar perusahaan terhadap pelanggan perlu dipertimbangkan. Jangan sampai dengan adanya pemberlakuan denda tersebut, akan berpotensi menghilangkan para pelanggan. Jika ada potensi bisa menghilangkan pelanggan perusahaan, hal tersebut tidak seharusnya dilakukan.

Berdasarkan beberapa strategi di atas, kita dapat praktikkan supaya dapat meminimalisir macetnya uang karena piutang ataupun karena alasan lain. Karena seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kas merupakan aspek krusial bagi berjalannya bisnis Anda. Hal ini menjadi penentu apakah bisnis Anda sudah sehat atau belum?

Manajemen kas dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem yang membantu manajemen arus kas usaha Anda, mulai dari pembukuan hingga laporan keuangan menjadi lebih baik. Sistem ini kini sudah banyak tersebar di Indonesia, tergantung dari preferensi Anda untuk pemilihannya. Salah satu contoh yang dapat Anda lihat ada disini.