Keuangan merupakan hal yang paling penting dalam jalannya roda perusahaan. Hal yang paling ditakutkan perusahaan adalah saat terjadinya krisis keuangan. Laporan keuangan perusahaan tidak bisa mengintrepretasikan secara penuh bagaimana kesuksesan suatu perusahaan. Perlu dilakukan analisis rasio keuangan untuk memperhatikan kesehatan keuangan suatu perusahaan.

Anda mungkin bertanya-tanya rasio keuangan apa sajakah yang paling penting untuk diperhatikan?. Ada enam rasio keuangan yang sangat penting diperhatikan. Dua dari ke enam rasio keuangan tersebut akan Akuntansipedia bahas untuk Anda pada bagian pertama ini.

Gambaran Umum:

Bagaimana jika kas perusahaan yang mengendap terlalu besar? Hal tersebut tidak akan menguntungkan perusahaan, dikarenakan kas yang mengendap bisa dialihkan untuk investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang tinggi. Misal perusahaan memiliki uang mengendap di kas dan setara kas senilai Rp. 10 triliun. Jika uang tersebut disimpan di bank dalam bentuk simpanan, imbal hasil yang diperoleh paling hanya sekitar 2-4%. Bayangkan ketika dana tersebut kita investasikan dalam bentuk saham atau surat obligasi? Imbal hasilnya akan lebih tinggi. Sehingga krisis pun akan bisa diminimalisir.

rasio keuangan, rasio, rasio finansial, keuangan perusahaan, akuntansi, uang, finansial, harga pokok, persediaan rata-rata
Rasio Keuangan Perusahaan
  1. Rasio Keuangan Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

Modal Kerja merupakan selisih antara aset lancar dan utang lancar. Kenapa modal kerja ini penting? Perputaran modal kerja sangat penting untuk melihat berapa modal kerja yang diguanakan perusahaan untuk menciptakan penjualannya sehingga nantinya dapat menambah pundi-pundi finansial perusahaan. Dengan memperhatikan modal kerja akan memungkinkan perusahaan dapat menggunakan sumber dayanya dengan ekonomis sehingga bahaya akan krisis keuangan akan dapat diminimalisir.

Berikut rumus untuk menghitung rasio perputaran modal kerja.

Jika nilai penjualan naik, maka rasio tersebut akan tinggi. Begitu pula jika modal kerja turun.

Sebaliknya, jika penjualan turun maka rasio tersebut juga akan rendah. Apalagi jika modal kerja naik.

Contoh:

Jumlah penjualan netto suatu perusahaan adalah Rp. 8 Miliar, aset lancar yang dimiliki Rp. 2,4 Miliar, sedangkan utang lancar yang dimiliki hanya sekitar Rp. 1 Miliar. Maka perputaran modal kerja adalah:

Rasio Perputaran Modal kerja (Working Capital Turnover Ratio) 

= Penjualan: (Aset Lancar-Utang Lancar)

= Rp. 8 miliar : (Rp. 2,4 miliar – Rp. 1 miliar)

5,17 kali.

Hal tersebut menandakan bahwa dana yang tertanam dalam modal kerja berputar rata-rata 5,17 kali dalam satu tahun.

  1. Rasio-rasio Keuangan Persediaan (Inventory Ratio)

Sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga kesinambungan persediaannya dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Jangan sampai, ketika ada peningkatan permintaan, perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut dikarenakan persediaan telah habis.

Lain daripada itu, perusahaan juga tidak boleh memiliki persediaan yang mengendap terlalu banyak digudang. Mengapa? Hal ini dikarenakan nantinya uang yang mengendap dipersediaan akan terlalu terbuang percuma. Karena uang tersebut bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif. INGAT bahwa ketika persediaannya terlalu banyak, maka biaya pemeliharaan persediaan itu juga akan tinggi.

Dengan kata lain, perusahaan harus mengestimasikan persediaan jangan sampai kurang dan jangan sampai berlebihan terlalu banyak. Inilah pentingnya manajemen persediaan bagi perusahaan.

Rasio perputaraan persediaan dihitung dengan rumus sebagai berikut:

rasio keuangan, rasio, rasio finansial, keuangan perusahaan, akuntansi, uang, finansial, harga pokok, persediaan rata-rata, penjualan, pemasukan
Rumus Rasio Perputaran Persediaan

Catatan: Semakin banyak nilai rasio persediaan, ini berarti tingkat perputarannya semakin menurun.

Contoh:

PT XYZ pada tahun 2016 memiliki nilai harga pokok penjualan Rp. 100 juta, sedangkan persediaan awal Rp. 45 juta dan Persediaan akhirnya 15 juta.  Maka rasio perputaran persediaan tersebut adalah Rp. 100 juta : (60 juta : 2) = 3,333 kali. Jika pada tahun 2015 rasio perputaran persediaan adalah 4 kali, maka ini menandakan bahwa tingkat perputaran persediaan PT XYZ menurun.

Penurunan tingkat perputaran persediaan menandakan bahwa PT XYZ mengalami masalah dalam penjualan. Untuk itu perlu sekali bagi perusahaan untuk melakukan identifikasi faktor-faktor penyebabnya. Apakah ada barang yang catat digudang sehingga sudah dijual? Adakah pelanggan yang tidak puas dengan kualitas barang perusahaan kita?. Cari detail penyebabnya.

Disamping itu kita juga perlu mencari umur rata-rata persediaan, dengan rumus sebagai berikut:

Umur Rata-rata Persediaan = 365 / Rasio Perputaran Persediaan

Berdasarkan contoh diatas, maka umur rata-rata persediaan PT XYZ tahun 2016 adalah 365:3,333 = 109,5 hari. Jika rata-rata usia persediaan pada tahun 2015 adalah 365:4= 91,25 hari, hal tersebut menunjukkan adanya masalah yang serius dalam persediaan barang.