Tidak ada pekerjaan yang tidak mengalami hambatan. Mungkin kata-kata tersebut terbilang statement orang-orang yang merupakan kaum pesimis. Tapi memang, setiap pekerjaan tidak akan ada yang berjalan mulus. Tetap akan ada hambatan yang menjadikannya sulit untuk berjalan mulus.

Akuntansi khususnya, bidang yang sangat membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi memiliki banyak hambatan untuk menjadikannya sukses berjalan. Hambatan dalam setiap pekerjaan akan muncul baik hamabatan internal maupun hambatan eksternal.

Hambatan Seorang Akuntan, Accountant, Akuntansi, Pencatatan, hambatan, pekerjaan, Challenge yang dialami seorang akuntan, Hambatan Akuntansi Internal, Hambatan Akuntansi Eksternal, karir akuntan, teknik akuntansi, pembukuan, daftar skala prioritas, software akuntansi, akuntansi online, akuntansi usaha,
Hambatan yang Sering Terjadi Pada Seorang Akuntan
  • Hambatan Akuntansi Internal

Hambatan akuntansi internal akan muncul terutama pada masa awal karir. Pegawai akuntansi yang baru pasti akan kerepotan untuk menyesuaikan diri dengan teman lain pada bidang akuntansi karena bidang ini menuntut keahlian yang tinggi dan kecakapan yang tinggi pula.

  1. Staf baru harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Newbie harus bisa dan meningkatkan kemampuan teknik akuntansinya. Jika ada hal yang belum diketahui olehnya, segera tanyakan pada teman sejawat maupun atasan secara langsung. Hal ini memang terkesan cerewet, akan tetapi inilah yang harus dilakukan oleh staf baru dikarenakan ketika kita salah bekerja maka akan panjang urusan kebelakangnya. Untuk itu interupsi berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dirasa penting bagi seorang newbie.
  2. Tidak semuanya harus ditanyakan. Sudah saya katakan ketika pertanyaan itu penting sekali bagi newbie. Akan tetapi sebelum bertanya, carilah informasi terlebih dahulu sampai “mentok”. Jika memang sudah tidak bisa dikerjakan baru bertanya. Jangan sampai, sedikit-sedikit tanya. Hal ini bukannya anda akan membantu sebagai newbie, justru malah akan semakin merepotkan. Ingat… tujuannya ada pembukaan lowongan untuk menambah karyawan ialah bukan untuk merepotkan akan tetapi untuk mengurangi pekerjaan masing-masing staf, sehingga kinerja akan semakin optimal.
  3. Kerjakan pekerjaan yang lebih penting terlebih dahulu. Bidang akuntansi ialah bidang yang paling “crowded”. Khususnya menjelang akhir tahun, dimana semua laporan keuangan perusahaan tahunan harus segera dilakukan pembukuan. Semua transaksi selama tahun tersebut harus terekam dalam laporan keuangan perusahaan pada akhir tahun. Inilah yang menjadikan staf akuntansi tidak suka yang namanya moment “tahun baru”. Karena mereka tidak bisa menikmati moment tersebut. Banyak staf akuntansi yang pada akhir tahun tidak bisa pulang pada waktu kerja normal, justru terkadang harus lembur sampai dini hari. Supaya lebih mudah, maka staf akuntansi harus membuat daftar skala prioritas. Pekerjaan rutin dan non rutin merupakan klasifikasi yang harus dibuat. Jadi pekerjaan rutin merupakan pekerjaan yang memang harus dilakukan setiap hari kerja staf akuntansi. Pekerjaan ini harus dilakukan pada 8 jam kerja. Jadi, ketika pulang kerja jangan sampai meninggalkan “PR” pekerjaan rutin yang belum selesai. Alokasi waktu lembur bisa dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan non rutin, sehingga pekerjaan rutin tidak akan mengganggu pekerjaan non rutin.
  4. Ruangan bidang akuntansi harus rapiDengan ruangan yang rapi, maka geliat semangat bekerja akan menjadi lebih tinggi. Jika ruangan tidak rapi, maka untuk masuk kerja pun terkadang malas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kebersihan dan kerapian lingkungan nantinya dapat meningkatkan performa kita dalam bekerja.

Baca juga : Arsip Perusahaan, Mengapa Penting Untuk Dikelola?

  • Hambatan Akuntansi Eksternal

Hambatan akuntansi eksternal muncul dari luar. Pada bidang akuntansi, hambatan tersebut muncul dari luar bidang akuntansi perusahaan. Hambatan tersebut bisa muncul dari orang lain, bidang lain dalam perusahaan yang sama, perusahaan lain, lembaga keuangan dan nonkeuangan, kantor pajak dan lain sebagainya. Cara mengatasi hambatan tersebut antar lain:

Baca juga : Apa Itu Catatan Atas Laporan Keuangan? Apa Komponen Pentingnya?

  1. Ruangan bidang akuntansi sebaiknya terletak di tempat yang sepi, sehingga menjadikan anggota bidang ini memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Letakkan ruangan bidang akuntansi jauh dari lalu lalang orang. Juga, berikan sekat antar orang per orang dalam divisi sehingga setiap orang tidak tergelitik hatinya untuk mengobrol satu sama lain. Hal ini untuk meningkatkan performa pekerjaan orang-orang dalam bidang akuntansi.
  2. Gunakan software akuntansi untuk membantu pekerjaan.  Penggunaan software akuntansi pastinya akan membantu pekerjaan Anda. Membuat data menjadi semakin rapi dan terkelola dengan baik, namun dalam memilih software akuntansi, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal yang sesuai dengan perusahaan. Ada baiknya Anda mencoba menggunakan software berbasis cloud, karena cenderung memberikan Anda efektifitas dan efisiensi yang lebih baik.
  3. Meminimalkan kontakBidang akuntansi harus meminimalkan kontak dengan pihak luar. Dalam arti berhubungan saja dengan pihak-pihak yang berkepentingan, berhubungan hanya untuk urusan keakuntansian, dan berhubungan pada saat diperlukan saja. Jadi, untuk meminimalisir hambatan dalam bidang akuntansi memang harus meminimalkan kontak dengan orang lain. Bayangkan saja ketika kontak dengan orang lain tinggi, dimana para staf akuntansi sedang banyak pekerjaan dan beberapa orang datang (yang tidak berkepentingan) hanya untuk curhat masalah pribadi, yang notabenenya akan mengganggu kualitas dan kuantitas pekerjaan para staf akuntansi.