Manajemen Risiko di perusahaan merupakan hal yang pastinya umum terdengar. Tidak ada kemenangan tanpa kekalahan. Tidak ada keberhasilan tanpa keberanian mengambil risiko. Pada kenyataannya tidak ada perusahaan yang kebal akan risiko, akan tetapi perusahaan harus mencoba untuk menghadapi risiko. Risiko merupakan kekuatan untuk menjadikan usaha perusahaan lebih besar dan lebih produktif dalam mempromosikan barang atau jasa yang hendak dipasarkannya. Ketakutan yang berlebihan akan menghadapi risiko akan menyebabkan usaha perusahaan statis dan berakhir pada kehancuran bisnis itu sendiri. Risiko bukan untuk ditakuti, akan tetapi dilawan.

Ingatkah Anda pada konsep high risk high return? Jadi untuk bisnis yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi pasti akan memiliki potensi yang tinggi pula akan risiko. Sekarang keputusan Anda untuk memilih keuntungan yang tinggi dengan tingkat risiko tinggi atau keuntungan rendah dengan tingkat risiko yang rendah.

manajemen risiko, risiko bisnis, keuangan bisnis
Photo by Felix Russell-Saw on Unsplash

Berikut Contoh Jenis-jenis Risiko yang Mungkin Anda Temui:


  1. Risiko Reputasi

Reputasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Ketika suatu reputasi jatuh, maka kehancuran suatu perusahaan sudah melanda didepan mata. Contoh: Adanya suatu kasus penemuan di sebuah restoran X yang mana ada indikasi penggunaan zat tertentu yang dilarang. Jika restoran X memiliki cabang yang banyak, maka “kecacatan di restoran X” biasanya digeneralisir oleh masyarakat. Hal ini akan merusak nama baik semua restoran cabang X.

Hal yang bisa dilakukan manajemen puncak untuk pemulihan risiko reputasi:

  1. Mengakui bahaya
  2. Mengevaluasi dampak dari risiko
  3. Mengalokasikan sumber daya yang luas untuk pengendalian kerusakan
  4. Mencoba mengambil kembali reputasi perusahaan dan kepercayaan klien dengan berbagai strategi
  5. Melakukan prosedur pembatasan kerusakan lebih lanjut dimasa mendatang
  1. Risiko Pasar

Risiko pasar biasanya berkaitan dengan perubahan harga pasar yang bisa merugikan suatu perusahaan. Misalkan adanya penurunan harga saham yang berakibat penurunan nilai pasar saham perusahaan tersebut. Hal ini akan merugikan perusahaan karena harga saham bergerak pada arah yang tidak menguntungkan.

  1. Risiko Kredit

Risiko ini sering terjadi pada perusahaan yang melakukan skema penjualan secara kredit. Risiko ini juga bisa menimpa perusahaan yang bergerak dalam bidang lembaga keuangan. Risiko ini merupakan bahaya kuno yang dikarenakan ketidakmampuan untuk mengekstrak perjanjian (pinjam meminjam) dalam mitra bisnis. Perusahaan harus bisa melakukan manajemen utang dengan baik. Termasuk harus mengetahui tingkat kesehatan perusahaan yang akan menjadi mitra bisnisnya. Sehingga nantinya bisa diidentifikasi apakah perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk membayar utangnya.

  1. Risiko Operasional

Risiko yang terjadi karena kurang berfungsinya suatu proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem atau adanya problem eksternal. Risiko ini akan menimbulkan kerugian yang dapat berdampak akan hilangnya potensi keuntungan.

Beberapa contoh di atas adalah jenis risiko yang mungkin Anda temui, namun pada kenyataannya masih terdapat banyak risiko lainnya. Lalu pertanyaannya, siapakah yang harus bertanggungjawab terhadap risiko-risiko yang ada? Apakah setiap risiko yang terjadi merupakan tanggung jawab manajemen paling atas di perusahaan?

Perusahaan besar memiliki fungsi yang disebut Chief Risk Officer (CRO) yang mengelola manajemen risiko perusahaan. Dalam bidang keuangan perusahaan besar biasanya ada pula seorang Chief Financial Officer (CFO) yang mengelola risiko keuangan. Pada skala menengah terdapat juga risk manager. Pada skala kecil biasanya tidak ada pejabat resmi yang mengelolan. Risiko ini biasanya dikelola oleh pegawai yang bertugas menangani akuntansi dan pembukuan perusahaan.

Terlepas siapapun yang mengelola risiko, sudah menjadi tanggungjawab semua bagian dalam perusahaan untuk menerapkan manajemen risiko pada tingkat yang paling minimal. Ingat bahwa risiko nantinya tidak satu dua orang yang menanggungnya. Pada akhirnya semua orang dalam perusahaan akan terkena dampak akan risiko yang ditanggung perusahaan.

Apa saja risiko yang harus dikelola oleh perusahaan? Pengelolaan risiko tidak hanya satu bagian saja. Akan tetapi seluruh bagian. Risiko reputasi, pasar, kredit dan operasional harus ditindaklanjuti dengan baik. Bukan satu-satu, akan tetapi menyeluruh.

manajemen risiko, jenis risiko, risiko perusahaan, macam risiko

Kapan Risiko Seharusnya Dikelola?

Pengelolaan risiko seharusnya terintegrasi dalam setiap pengambilan keputusan, penentuan implementasi strategi, serta pengelolaan kinerja setiap elemen perusahaan. Risiko bukan dikelola sekali dua kali dalam setiap minggu, bulan, kuartal, semesteran bahkan tahunan. Ingat bahwa risiko akan berpotensi datang sepanjang waktu. Jadi pengelolaan risiko harus dilakukan setiap waktu.

Terkadang manajemen resiko hanyalah sebatas standar kepatuhan. Selayaknya tidak disikapi seperti itu. Jika perusahaan mengelola risiko dengan baik maka dipastikan kinerja yang dilakukan bisa optimal. Kemungkinan risiko-risiko yang sewaktu-waktu muncul bisa dicegah oleh perusahaan.

Bagaimana Cara Mengelolan Risiko?

Laporan hasil penelitian pada eksekutif yang diselnggarakan oleh KPMG yang terakhir menunjukan, “dua-per-tiga dewan direksi perusahaan responden, tidak mampu mendayagunakan informasi risiko yang diperoleh untuk meningkatkan kinerja strategi bisnis mereka”.

COSO ERM Framework menyediakan kerangka umum dan arah yang jelas untuk menerapkan manajemen risiko diperusahaan. Kerangka ini mengharuskan perusahaan untuk memeriksa portofolio risiko mereka secara lengkap dengan mempertimbangkan bagaimana risiko-risiko individu saling berhubungan. Dan juga bagaimana perusahaan melakukan pendekatan untuk memitigasi risiko dengan cara yang konsisten dengan strategi jangka panjang untuk risiko secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana manajemen risiko seharusnya dikelola?

ISO 31000 (2009) Global mengenai Manajemen Risiko yang menyebutkan:

  1. Manajemen risiko menciptakan dan melindungi nilai (value).
  2. Manajemen risiko merpakan bagian tidak terpisahkan dari setiap proses yang ada dalam perusahaan (organisasi).
  3. Manajemen risiko adalah bagian dari setiap proses pengambilan-keputusan.
  4. Manajemen risiko mengatasi ketidakpastian secara ekplisit.
  5. Manajemen risiko berdasarkan pada informasi terbaik.
  6. Manajemen risiko adalah dinamis, iterative, dan responsif terhadap perubahan.

Seperti yang dikatakan oleh COSO bahwa “manajemen risiko membantu perusahaan untuk mencapai apa yang ingin dicapai”.  Walaupun kita tidak bertanggungjawab secara langsung akan manajemen risiko, sangat perlu kita melakukan refleksi diri:

  1. Apakah program manajemen risiko kita sudah cukup dewasa? Sudahkah manajemen risiko menjadi bagian dari setiap proses pengambilan-keputusan pada semua level di dalam perusahaan?
  2. Sudahkan kita siap mengatasi setiap keadaan sulit (kritis) sekaligus mengambil peluang dibalik keadaan sulit itu?
  3. Seberaap sering kita terkaget-kaget ketika seharusnya tidak?
  4. Apakah para pimpinan dan eksekutif sudah memperoleh informasi (terkait risiko) yang cukup untuk dimasukkan ke dalam strategi bisnis mereka ke depan?
  5. Langkah apa yang akan kita ambil? Persisnya apa dan kapan dilaksanakan?

Sekian penjelasan akuntansipedia mengenai manajemen risiko dan segala macam pertanyaan di dalamnya. Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut mengenai ini, jangan sungkan untuk memberikan saran di kolom komentar ya!