Akuntansi merupakan hal yang paling dihindari oleh kebanyakan orang karena kalkulasi angka yang begitu rumit menjadikan jurusan ini sangat tidak disukai banyak orang. Tapi akuntansi itu menyenangkan loh.. jika kita sudah tahu beberapa hal mendasar dalam akuntansi. Berikut hal dasar yang harus dikuasai jika ingin menjadikan akuntansi sebagai hal yang mudah dipahami.

Akuntansi, Konsep Dasar, Akutansi, Transaksi, Laporan Keuangan, Debit, Kredit, Pengeluaran, Bahan Baku, Keuangan, Balance, Aset, Liabilities, Hutang, Piutang, Equity, Ekuitas, Kas, Manajemen Kas, Cash Manajement, Accounting. Accountant, Usaha, Laba Rugi, Pencatatan, perubahan modal, neraca, pribadi,
Pengetahuan Konsep Akuntansi Dasar untuk Pengembangan Usaha (<a href=’https://www.freepik.com/free-photo/cooperation-analyst-chart-professional-paper-economics_1203367.htm’>Designed by Freepik</a>)

Berikut Konsep Akuntansi yang Penting Untuk Anda Ketahui

  • Transaksi

Didalam perusahaan, semua barang-barang akan dilaporkan dalam laporan keuangan dalam satuan nilai uang bukan detail barangnya. Dalam operasional perusahaan sehari-hari semua transaksi juga harus dicatat. Eitz mungkin kita sering mendengar istilah transaksi, namun banyak yang belum tahu apa artinya. Transaksi adalah semua hal yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa yang dinilai dengan uang. Misalnya: pembelian bahan baku pasti akan ada pengeluaran uang, maka pembelian bahan baku disebut transaksi. Penjualan barang dagangan, pasti akan ada penerimaan uang, maka penjualan barang dagangan disebut sebagai transaksi. Masih banyak contoh yang lainnya ya…

  • Debit dan Kredit

Debit dan Kredit merupakan istilah mendasar dalam ilmu akuntansi. Debit diartikan sebagai “sisi kiri” dan Kredit diartikan sebagai “sisi kanan”. Jadi dalam pencatatan akuntansi ketika terdapat transaksi maka harus dicatat di sebelah kiri dan kanan atau di sisi debit dan kredit. Tidak bisa suatu transaksi hanya dicatat di sebelah debit saja atau di sebelah kredit saja. Kedua kolom tersebut harus terisi semua.

Contoh:

Pembayaran Gaji Karyawan Rp. 12.000.000.

Maka transaksi tersebut akan dicatat:

Beban Gaji Rp. 12.000.000 (Debit)

Kas Rp. 12.000.000 (Kredit)

Dari contoh tersebut, sisi Debit dan Kredit harus terisi semua. Dengan kata lain bahwa suatu transaksi pasti akan berpengaruh pada sisi Debit dan Kredit dalam pencatatannya.

  • Balance

Ini dia istilah yang sering membuat para pegawai bidang akuntansi dibuat pusing kepalang. Sering tidak, mendengar beberapa pegawai bank yang lembur karena transaksi yang mereka catat belum balance?. Terkadang sampai jam 1 pagi mereka masih begadang di Bank. Yah.. memang istilah balance  merupakan suatu hal yang wajib yang ada di bidang akuntansi. Terus apa itu balance?. Balance artinya adalah seimbang antara nilai uang pada sisi debit dan sisi kredit.

Contoh:

Jika sisi debit menunjukkan saldo Rp. 1o juta, maka sisi kredit juga harus menunjukkan saldo Rp. 10 juta.  

Dalam persamaan dasar akuntansi, sebagai ilmu dasar dari akuntansi berlaku rumus berikut:

A = L + OE

Asset = Liabilities + Owner Equity

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Contoh:

Rina membeli komputer 2 buah seharga @ Rp. 4.500.000 secara kredit

Maka transaksi tersebut akan berpengaruh terhadap penambahan aset berupa komputer dan penambahan kewajiban berupa utang usaha. Maka pencatatannya adalah sebagai berikut:

A = L + OE

Komputer = Utang + OE

Rp. 9.000.000 = Rp. 9.000.000 + OE

Pencatatan tersebut menunjukkan bahwa sisi kiri dan kanan “=” jumlahnya adalah sama yakni Rp. 9.000.000. OE tidak terpengaruh transaksi pembelian komputer, sehingga OE isinya “0”.

Lalu, apakah jika sudah balance berarti transaksi yang sudah dicatat pasti sudah benar adanya?

Saldo yang menunjukkan balance tidak selamanya menunjukkan bahwa pencatatan yang sudah dilakukan ialah benar. Tapi itu sebagai suatu prasyarat bahwa bisa jadi transaksi yang sudah dicatat benar. Tapi kalo tidak balance pencatatan tersebut, sudah dipastikan tidak benar penghitungan yang dilakukan oleh staf accounting saudara.

Jika seorang cash accountant menemukan bahwa kas yang dipegangnya dengan catatan tentang kas jumlahnya tidak sama, hal ini juga akan menjadi masalah. Berarti tidak balance nya perhitungan fisik uang dengan catatan. Hal ini juga yang menjadikan para akuntan banyak yang lembur untuk mencari masalah tidak seimbangnya atau tidak samanya catatan dengan fisik uang.

  • Pahami 3 Laporan Keuangan Dasar Perusahaan

  • Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi berisi laporan laba atau rugi perusahaan. Jika pemasukan perusahaan lebih besar daripada pengeluaran perusahaan, maka perusahaan dikatakan mendapatkan “laba”. Sebaliknya, jika pemasukan perusahaan lebih kecil dari pengeluaran maka perusahaan dikatakan mengalami “rugi”.

Rumus dasar:

Pemasukan – Pengeluaran = Laba/Rugi

Pendapatan > Pengeluaran = Laba

Pendapatan < Pengeluaran = Rugi

Contoh:

Total pendapatan perusahaan ABC pada bulan juli 2016 adalah Rp. 80.000.000 sedangkan pengeluaran pada bulan tersebut totalnya adalah Rp. 60.0000.000. Maka perusahaan tersebut dikatakan mendapatkan laba Rp. 20.000.000.

Berikut format laporan laba rugi sederhana perusahaan jasa:

PT XXX

Laporan Laba/Rugi

Yang berakhir pada….

Pendapatan:

Pendapatan Usaha                       XXX

Pendapatan Non Usaha               XXX

    Total Pendapatan                                                  XXX

Beban:

Beban Gaji                                  XXX

Beban Listrik                              XXX

Beban Telepon                            XXX

Beban Air                                   XXX

    Total Beban                                                         XXX

Laba/Rugi                                                                 XXX

  • Laporan Perubahan Modal

Setiap tahun pasti perusahaan akan melakukan perekapan berapa jumlah modal tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Komponen laporan perubahan modal terdiri dari modal awal, laba/rugi, penambahan/pengurangan modal, drawing dan modal akhir.

Modal awal merupakan jumlah modal akhir pada tahun sebelumnya. Laba/rugi menunjukkan laba atau rugi pada tahun ini. Penambahan modal terjadi jika pada tahun ini terjadi laba, pengurangan modal terjadi jika pada tahun ini terjadi rugi. Drawing merupakan pengambilan pribadi pemilik. Modal akhir merupakan modal pada akhir periode yang bersangkutan.

Berikut contoh format bentuk laporan perubahan modal.

PT XXX

Laporan Perubahan Modal

Yang berakhir pada…

Modal Awal                                                                        XXX

Laba Bersih               XXX

Drawing                    (XXX)

Penambahan atau Pengurangan Modal                               XXX

Modal Akhir                                                                        XXX

  • Laporan Neraca

Laporan neraca sering disebut sebagai laporan posisi keuangan perusahaan. Terdapat tiga komponen utama pada laporan tersebut yakni Aset, Liabilities dan Owner Equity. Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh: Kas, Piutang, Perlengkapan, Peralatan, Tanah, Bangunan, Kendaraan. Liabilities adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Contoh: utang bunga, utang sewa, utang hipotek. Owner Equity adalah ekuitas pemilik atau modal pemilik.  

Berikut format contoh neraca:

PT XXX

Laporan Neraca

Per….

Aset:

Aset Lancar:

Kas                 XXX

Piutang           XXX

Perlengkapan XXX

Jumlah Aset Lancar      XXX

Aset Tetap:

Peralatan       XXX

Gedung         XXX

Tanah            XXX

Jumlah Aset Tetap      XXX

Total Aset                   XXX

Liabilitas:

Liabilitas Jangka Pendek:

Utang Sewa           XXX

Utang Bunga         XXX

Jumlah L. J. Pendek        XXX

Liabilitas Jangka Panjang:

Utang Hipotek               XXX

Ekuitas:

Ekuitas Pemilik             XXX

Total L + OE                XXX

  • Laporan Keuangan Harus Reliabel dan Relevan

Laporan keuangan tidak mengandung salah saji dan tidak menyesatkan pengguna atau harus akurat yakni bisa diandalkan (Reliabel). Selain itu harus tepat waktu (relevan). Hal ini dikarenakan laporan keuangan nantinya dipakai oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk sebagai pertimbangan melakukan pengambilan keputusan. Contoh: Laporan Keuangan menunjukkan laba perusahaan tahun ini meningkat 200% dari Rp. 100.000.000 menjadi Rp. 300.0000.000. Hal ini menunjukkan permintaan pasar terhadap perusahaan meningkat. Jika diketahui data tersebut, maka bisa dijadikan pertimbangan bagi eksekutif untuk pengambilan keputusan membuka pabrik baru ataupun ekspansi pasar ke tempat lain sehingga nantinya akan dapat meningkatkan laba perusahaan. Jika laporan keuangan tahun ini lalu baru diterima tiga bulan pada tahun selanjutnya, hal tersebut tidak akan berguna lagi karena sudah periode berjalan akuntansi.

  • Laba Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang

Tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Dengan adanya laba, maka perusahaan dianggap telah berhasil dalam melakukan operasionalnya. Laba yang dimaksudkan tidaklah sekedar laba. Akan tetapi, harus ada peningkatan laba dari tahun ke tahun. Jika tahun 2015 laba perusahaan Rp. 60 juta, dan tahun 2016 laba perusahaan Rp. 56 juta, maka secara de facto  memang perusahaan mengalami laba. Akan tetapi perusahaan dianggap tidak mengalami prestasi dikarenakan laba tahun 2016 tidak lebih besar dari tahun 2015. Dengan kata lain, pertumbuhan laba perusahaan merupakan hal utama yang paling penting bagi perusahaan untuk menjaga kelangsungan perusahaannya. Bayangkan saja jika setiap tahun terjadi penurunan laba, lama-lama perusahaan akan menjadi rugi dan lama-lama akan bangkrut.

Laporan keuangan sebenarnya dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan software akuntansi yang mudah dan sesuai dengan bisnis Anda. Sleekr Accounting adalah salah satu contohnya. Daftar sekarang untuk tau lebih lanjut.