Istilah akuntansi, saat ini terdapat banyak sekali istilah akuntansi, yang mungkin Anda pun tidak familiar. Istilah akuntansi keuangan mungkin sudah banyak Anda ketahui. Tetapi, untuk istilah akuntansi pemerintahan, mungkin Anda masih kurang familiar atau bahkan baru dengar. Pada artikel kali ini, akuntansipedia akan menghadirkan beberapa istilah akuntansi pemerintahan yang perlu Anda ketahui. Simak artikel berikut yang sudah didasarkan pada Standar Akuntansi Pemerintahan.

Baca juga: Panduan Lengkap Perilaku Biaya Berdasarkan Aktivitas Pada Bisnis

istilah akuntansi, istilah akuntansi pemerintah, akuntansi pemerintah, pemerintah, pns, cpns, •Aktivitas operasi, Aktivitas investasi, Aktivitas pendanaan, Aktivitas nonanggaran , Aktivitas Transitoris, Akuntansi anggaran, Anggaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, APBD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, APBN, Apropriasi, Arus Kas, Aset, Aset tak berwujud, Aset tetap, Aset lancer, Aset nonlancar, Basis akrual, Basis kas, Beban, Beban Transfer, Belanja, Belanja operasi, Belanja modal, Belanja lain-lain/tak terduga, Biaya investasi, Dana Cadangan, Ekuitas, Entitas Akuntansi, Entitas Pelaporan, Investasi, Investasi jangka Panjang, Investasi nonpermanent, Investasi permanen, Kas, Kas Daerah, Kas Negara, Kebijakan akuntansi, Kemitraan, Kewajiban, Kewajiban jangka pendek, Kewajiban jangka Panjang, Konstruksi dalam pengerjaan, Kontrak konstruksi, Kontraktor, Klaim, Kurs
Berbagai Macam Istilah Akuntansi Pemerintahan yang Perlu Anda Ketahui
  • Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Aktivitas investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Aktivitas pendanaan adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi utang dan piutang jangka panjang (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Aktivitas nonanggaran adalah aktivitas penerimaan atau pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan pemerintah (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Aktivitas Transitoris adalah aktivitas penerimaan atau pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Apropriasi merupakan anggaran yang disetujui DPR/DPRD yang merupakan mandat yang diberikan kepada Presiden/gubernur/bupati/walikota untuk melakukan pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan Rakyat (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Arus Kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas pada Bendahara Umum Negara/Daerah (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Aset tak berwujud adalah aset nonkeuangan yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari12 (dua belas) bulan untuk digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan, dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Aset lancar adalah kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan (Lampiran 1.01 SAP)
  • Aset nonlancar adalah mencakup aset yang bersifat jangka panjang, dan aset tak berwujud yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum. Aset nonlancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan, dan aset lainnya (Lampiran 1.01 SAP).
  • Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Beban Transfer adalah beban berupa pengeluaran uang atau kewajiban untuk mengeluarkan uang dari entitas pelaporan kepada suatu entitas lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum
    Negara/Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai, belanja barang, bunga, msubsidi, hibah, bantuan sosial (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset
    tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.  Belanja modal meliputi antara lain belanja modal untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan, aset tak berwujud (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Biaya investasi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya komisi broker, jasa bank, biaya legal dan pungutan lainnya dari pasar modal (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal laporan (Lampiran 1.01 SAP).
  • Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/ pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga, dividen, dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Investasi jangka panjang merupakan investasi yang diadakan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi (Lampiran 1.01 SAP).
  • Investasi nonpermanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk dalam investasi permanen, dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Investasi permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan
    untuk dimiliki secara berkelanjutan (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Gubernur/Bupati/Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi- konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Kemitraan adalah perjanjian antara dua fihak atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan atau hak usaha yang dimiliki (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Kewajiban adalah kejadian ketika pemerintah mempunya kewajiban masa kini yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang (Lampiran 1.01 SAP).
  • Kewajiban jangka pendek merupakan kelompok mkewajiban yang diselesaikan dalam waktu kurang dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan (Lampiran 1.01 SAP).
  • Kewajiban jangka panjang adalah kelompok kewajiban yang penyelesaiannya dilakukan setelah 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan (Lampiran 1.01 SAP).
  • Konstruksi dalam pengerjaan adalah aset-aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Kontrak konstruksi adalah perikatan yang dilakukan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan atau penggunaan utama (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Kontraktor adalah suatu entitas yang mengadakan kontrak untuk membangun aset atau memberikan jasa konstruksi untuk kepentingan entitas lain sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak konstruksi (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Klaim adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada pemberi kerja sebagai penggantian biaya-biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang (Lampiran 1.04 PSAP 03).

 

•Laporan Arus Kas, Laporan keuangan konsolidasian, Laporan keuangan interim, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Manfaat social, Mata uang pelaporan, Materialitas, Metode biaya, Metode ekuitas, Metode Langsung, Metode Tidak Langsung, Neraca, Nilai historis, Nilai nominal, Nilai pasar, Nilai wajar, Otorisasi Kredit Anggaran, allotment, Pembiayaan, financing, Pembiayaan neto, Penerimaan pembiayaan, Pengeluaran pembiayaan, Pendapatan-LO, Pendapatan-LRA, Penyusutan, Persediaan, Perusahaan asosiasi, Perusahaan negara/daerah, Piutang transfer, Pos, Pos Luar Biasa, Rekening Kas Umum Negara, Rekening Kas Umum Daerah, Retensi, Saldo Anggaran Lebih, Selisih kurs, Setara kas, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, Sisa Lebih Kurang Pembiayaan Anggaran, SiLPA, SiKPA, Surplus/defisit-LO, Surplus/defisit-LRA, Tanggal pelaporan, Termin, progress billing, Transfer, Transfer keluar, Utang transfer
Istilah-istilah dalam Akuntansi di Pemerintahan

 

  • Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris yang menggambarkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu (Lampiran 1.01 SAP).
  • Laporan keuangan konsolidasian adalah suatu laporan keuangan yang
    merupakan gabungan keseluruhan laporan keuangan entitas pelaporan, atau entitas akuntansi, sehingga tersaji sebagai satu entitas tunggal (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan di
    antara dua laporan keuangan tahunan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Laporan Operasional adalah laporan yang menyajkan sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan (Lampiran 1.01 SAP).
  • Laporan Perubahan Ekuitas adalaah laporan yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Lampiran 1.01 SAP).
  • Laporan Realisasi Anggaran adalah laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan (Lampiran 1.01 SAP).
  • Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih adalah laporan yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Lampiran 1.01 SAP).
  • Manfaat sosial adalah manfaat yang tidakdapat diukur langsung dengan satuan uang namun berpengaruh pada peningkatan pelayanan pemerintah pada masyarakat luas maupun masyarakat tertentu (Lampiran 1.07 PSAP 06).
  • Mata uang pelaporan adalah mata uang rupiah yang digunakan dalam menyajikan laporan keuangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Materialitas adalah suatu kondisi jika tidak tersajikannya atau salah saji suatu informasi akan mempengaruhi keputusan atau penilaian pengguna yang dibuat atas dasar laporan keuangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Metode biaya adalah suatu metode akuntansi yang mencatat nilai investasi berdasarkan harga perolehan (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Metode ekuitas adalah suatu metode akuntansi yang mencatat nilai investasi awal berdasarkan harga perolehan. Nilai investasi tersebut kemudian disesuaikan dengan perubahan bagian investor atas kekayaan bersih/ekuitas dari badan usaha penerima investasi (investee) yang terjadi sesudah perolehan awal investasi (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Metode Langsung adalah metode penyajian arus kas dimana pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto harus diungkapkan (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Metode Tidak Langsung adalah metode penyajian laporan arus kas dimana surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi-transaksi operasional nonkas, penangguhan (deferral) atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang lalu/yang akan datang, serta unsur penerimaan dapengeluaran dalam bentuk kas yang berkaitan den ngan aktivitas investasi dan pendanaan (Lampiran 1.04 PSAP 03).
  • Neraca adalah laporan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu (Lampiran 1.01 SAP).
  • Nilai historis adalah jumlah kas atau ekuivalen kas yang dibayarkan/dikeluarkan atau nilai wajar berdasarkan pertimbangan tertentu untuk mendapatkan suatu aset investasi pada saat perolehannya (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Nilai nominal adalah nilai yang tertera dalam surat berharga seperti nilai  yang tertera dalam lembar saham dan obligasi (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Nilai pasar adalah jumlah yang dapat diperoleh dari penjualan suatu investasi dalam pasar yang aktif antara pihak-pihak yang independen (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Nilai wajar adalah nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar fihak
    yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) adalah dokumen pelaksanaan
    anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi instansi dan digunakan untuk memperoleh uang dari Bendahara Umum Negara/Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayarkembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Pembiayaan neto adalah selisih antara penerimaan pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan dalam periode tahun anggaran tertentu (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah antara lain berasal dari penerimaan pinjaman, penjualan obligasi pemerintah, hasil privatisasi perusahaan negara/daerah, penerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepada fihak ketiga, penjualan investasi permanen lainnya, dan pencairan dana cadangan (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Pengeluaran pembiayaan adalah semua pengeluaran Rekening Kas Umum Negara/Daerah antara lain pemberian pinjaman kepada pihak ketiga, penyertaan modal pemerintah, pembayaran kembali pokok pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu, dan pembentukan dana cadangan (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Penyusutan adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan
    yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya (Lampiran 1.07 PSAP 06)
  • Perusahaan negara/daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh pemerintah pusat/daerah (Lampiran 1.06 PSAP 05)
  • Piutang transfer adalah hak suatu entitas pelaporan untuk menerima pembayaran dari entitas pelaporan lain sebagai akibat peraturan perundang-undangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Pos adalah kumpulan akun sejenis yang ditampilkan pada lembar muka laporan keuangan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Pos Luar Biasa adalah pendapatan luar biasa atau beban luar biasa yang terjadi karena kejadian atau transaksi yang bukan merupakan operasi biasa tidak diharapkan sering atau rutin terjadi, dan berada di luar kendali atau pengaruh entitas bersangkutan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Rekening Kas Umum Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Retensi adalah jumlah termin (progress billing) yang belum dibayar hingga pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk pembayaran jumlah tersebut (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Saldo Anggaran Lebih adalah gunggungan saldo yang berasal dari akumulasi SiLPA/SiKPA tahun-tahun anggaran sebelumnya dan tahun berjalan serta penyesuaian lain yang diperkenankan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Selisih kurs adalah selisih yang timbul karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih lebih/kurang antara realisasi pendapatan-LRA dan belanja, serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan dalam APBN/APBD selama satu periode pelaporan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Surplus/defisit-LO adalah selisih antara pendapatan-LO dan beban selama satu periode pelaporan, setelah diperhitungkan surplus/defisit dari kegiatan non operasional dan pos luar biasa (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Surplus/defisit-LRA adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan-LRA dan belanja selama satu periode pelaporan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Tanggal pelaporan adalah tanggal hari terakhir dari suatu periode
    pelaporan (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Termin (progress billing) adalah jumlah yang ditagih untuk pekerjaan yang dilakukan dalam suatu kontrak baik yang telah dibayar ataupun yang belum dibayar oleh pemberi kerja (Lampiran 1.09 PSAP 08).
  • Transfer adalah hak penerimaan atau kewajiban pengeluaran uang dari/oleh suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil (Lampiran 1.02 PSAP 01).
  • Transfer keluar adalah pengeluaran uang dari entitas pelaporan ke entitas pelaporan lain seperti pengeluaran dana perimbangan oleh pemerintah pusat dan dana bagi hasil oleh pemerintah daerah (Lampiran 1.03 PSAP 02).
  • Utang transfer adalah kewajiban suatu entitas pelaporan untuk melakukan pembayaran kepada entitas lain sebagai akibat ketentuan perundang-undangan (Lampiran 1.02 PSAP).

Baca juga: Perbedaan Antara Beban, Biaya, dan Kapitalisasi

Nah, lumayan banyak kan istilah dalam akuntansi pemerintahan yang belum pernah kita dengar? Sebagai seorang akuntan tentunya diperlukan pengetahuan terkait istilah-istilah akuntansi seperti yang sudah tertulis diatas. Mengapa demikian? Karena akan sangat mungkin bagi Anda untuk mendengar istilah akuntansi seperti ini di dunia profesional. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengetahui istilah akuntansi tersebut.

Selain istilah akuntansi, Anda juga perlu paham terhadap solusi akuntansi yang tersedia bagi pekerjaan Anda sekarang. Apa sajakah solusi tersebut? Salah satunya Anda dapat cek dan cari tahu disini.