Artikel ini akan Zaman telah berubah, tidak dapat dipungkiri bahwa kemudahan pun sekarang menjadi hal yang sangat memadai. Teknologi sebagai ciri khas perubahan zaman membuat semua hal menjadi lebih mudah. Dalam kegiatan perekonomian, teknologi khususnya internet menjadi hal yang sangat krusial dalam memajukan perusahaan.

Website merupakan salah satu konten vital yang harus dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan manfaat ekonominya. Website memungkinkan pengguna untuk dapat mengakses informasi oleh siapapun, dari manapun, dan kapanpun. Pembuatan website sampai dengan pemeliharaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Lalu bagaimana perlakuan untuk pengeluaran-pengeluaran tersebut? Mengingat website merupakan aset tidak berwujud, apakah dimasukan sebagai peningkatan aset tidak berwujud ataukah dimasukkan sebagai beban untuk pengeluaran tersebut? Akuntansipedia akan menjelaskannya untuk Anda.

Website bisa digunakan untuk dua manfaat utama, yakni akses internal dan eksternal. Akses internal digunakan untuk menyimpan data internal perusahaan seperti visi, misi, struktur organisasi perusahaan dan lain sebagaianya. Akses eksternal sebagai media promosi kepada khalayak tentang produk atau jasa yang sedang dikembangkan perusahaan, media layanan elektronik, sampai dengan sebagai pusat jual beli produk/jasa dalam skala internasional.

ISAK 14, PSAK 14, Akuntansi, aturan akuntansi, website, tidak berwujud, aset tidak berwujud
Website Dapat Menjadi Aset Tidak Berwujud Perusahaan

Aset Tidak Berwujud (Biaya Website) Berdasarkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan 14 (ISAK 14, Revisi Tahun 2009)

  • Aset Tidak Berwujud-Biaya Website (Berdasarkan ISAK 14 Revisi 2009)

Biaya website merupakan adopsi dari SIC 32 tentang website cost yang mana membahas tentang kaitan pengakuan biaya pengembangan website entitas sebagai aset tidak berwujud. Biaya pengembangan website secara umum tidak dapat diakui sebagai aset tidak berwujud. Bagaimana syarat untuk mengakuinya? PSAK revisi 2009 mensyaratkan pengakuan pengembangan disyaratkan jika adanya kemampuan website menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan, seperti menghasilkan pendapatan.

  • Implementasi ISAK 14 (Revisi 2009)

Untuk sesuatu bisa diakui sebagai aset tidak berwujud makan lihat pada PSAK 19 revisi 2009. Jika entitas dapat memenuhi persyaratan untuk menunjukkan bagaimana website akan dapat menghasilkan manfaat ekonomi dimasa mendatang misal jika website mampu menghasilkan pendapatan termasuk pendapatan langsung dari pesanan, maka biaya website tersebut dianggap sebagai aset tidak berwujud. Jika entitas tidak dapat menunjukan bagaimana website yang dikembangkan menghasilkan kemungkinan manfaat ekonomi di masa mendatang, maka semua pengeluaran terkait dengan website tersebut dianggap sebagai beban pada periode terjadinya.

Setiap pengeluaran internal pada pengembangan dan pengoperasian dari website entitas akan dicatat sesuai dengan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud. Setiap pengeluaran internal pada pengembangan dan pengoperasian dari website perusahaan akan dicatat sesuai dengan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud. Sifat dari masing-masing aktivitas atas pengeluaran yang terjadi (misalnya pelatihan karyawan dan pemeliharaan website) dan tahapan pengembangan atau pasca-pengembangan website harus dievaluasi untuk menentukan perlakuan akuntansi yang sesuai. Berikut adalah beberapa tahapan pengembangan website yang telah diatur dalam ISAK 14, revisi 2009:

  1. Tahap Perencanaan (Website Planning)

    Tahap perencanaan meliputi studi kelayakan, mendefinisikan tujuan dan spesifikasi, strategi kreatif, mengevaluasi alternatif dan memilih preferensi. Pengeluaran yang terjadi dalam tahapan ini akan diakui sebagai beban saat terjadinya. Pada dasarnya tahapan perencanaan serupa dengan tahapan penelitian PSAK 19 (revisi 2009) tentang Aset tidak Berwujud yang terdapat pada paragraf 53-55.

  2. Tahap Pengembangan Aplikasi dan Infrastruktur, Desain Grafis dan Pengembangan Konten

    Tahap Aplikasi dan Pengembangan Infrastruktur termasuk didalamnya adalah domain, pembelian dan pengembangan hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) pada website tersebut, instalasi aplikasi yang dikembangkan dan pengujian tekanan. Pengembangan Desain grafis lebih menekankan bagaimana caranya website bisa dibuat semenarik mungkin sebagai media perdagangan internasional.

    Selama konten yang ada dikembangkan untuk tujuan selain promosi, maka pada dasarnya serupa dengan tahapan pengembangan dalam PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud pada paragraf 56-63.

    Pengeluaran yang terjadi dalam tahapan-tahapan ini harus disertakan dalam biaya website yang diakui sebagai aset tidak berwujud sesuai dengan paragraf 8. Interpretasi ini ketika pengeluaran dapat langsung dihubungkan dan diperlukan untuk pembuatan, produksi atau persiapan website. Contohnya saja terdapat pengeluaran untuk memperoleh lisensi untuk memproduksi kembali konten di dalam website.  Jika ketentuan ini berlaku, harus dimasukkan dalam biaya pengembangan. Namun, sesuai dengan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud paragraph 71, pengeluaran untuk pos tidak berwujud yang awalnya diakui sebagai beban dalam laporan keuangan sebelumnya tidak akan diakui sebagai bagian dari biaya aset tidak berwujud di kemudian hari (misalnya jika biaya hak cipta telah diamortisasi sepenuhnya, dan isi yang kemudian disajikan pada website)

  3. Tahap Pengembangan Konten

    Termasuk didalamnya meliputi pembuatan, pembelian, persiapan dan pengambilan informasi, baik secara tekstual maupun grafis, di website sebelum penyelesaian pengembangan website. Informasi ini dapat juga disimpan dalam database terpisah yang diintegrasikan ke dalam (atau diakses dari) website atau dikodekan secara langsung ke halaman web.

    Selama konten yang dikembangkan untuk mengiklankan dan mempromosikan barang dan jasa perusahaan itu sendiri, harus diakui sebagai beban pada saat terjadinya sesuai dengan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud paragraf 68 (Pengakuan pengeluaran yang terjadi pada tahap pengembangan konten)

  4. Tahapan Operasi

    Setelah pengembangan website selesai dilakukan maka sudah siap untuk digunakan. Setelah tahapan tersebut selesai, tinggal menilai berapa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tahapan pembuatan, pengembangan dan pemeliharaan website.

    Tahapan operasi dimulai setelah pengembangan website selesai. Pengeluaran yang terjadi dalam tahap ini akan diakui sebagai biaya ketika terjadi kecuali memenuhi kriteria pengakuan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud paragraf 18.

    Website yang diakui sebagai aset tidak berwujud akan diukur setelah pengakuan awal dengan menerapkan persyaratan PSAK 19 (revisi 2009): Aset Tidak Berwujud Paragraf 72-87. Perkiraan terbaik atas umur manfaat website harus singkat.

ISAK 14, PSAK 14, Akuntansi, aturan akuntansi, website, tidak berwujud, aset tidak berwujud
Website Dapat Menjadi Aset Tidak Berwujud Perusahaan
  • Batasan dan Tanggal Berlaku ISAK 14 (Revisi 2009)

ISAK 14 ini tidak berlaku bagi beberapa macam biaya yang dikeluarkan perusahaan, yaitu pembelian, pengembangan, dan pengoperasian hardware. Pengeluaran ini dicatat dalam aturan berbeda di PSAK 16 (revisi 2007) mengenai aset tetap. Sedangkan untuk biaya hosting akan diakui menjadi beban sesuai PSAK 1 (revisi 2009).

Penerapan terhadap peraturan ini ini tidak berlaku untuk pengeluaran pengembangan atau pengoperasian website (atau perangkat lunak website) untuk dijual kepada perusahaan lain. Ketika sebuah website disewakan dalam sewa operasi, lessor menerapkan Interpretasi ini. Ketika sebuah website disewakan dalam sewa pembiayaan, lessee menerapkan Interpretasi ini setelah pengakuan awal aset yang disewakan.

ISAK 14 (revisi 2009) ini secara efektif sudah berlaku sejak 1 Januari 2011.

  • Pengaruh Adopsi ISAK 14 (Revisi 2009)

Jika website tidak memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset tidak berwujud, akan tetapi sebelumnya diakui sebagai aset, maka pos tersebut akan dihentikan pengakuannya pada tanggal ketika interpretasi ini menjadi efektif (pengaruh pengadopsian interpretasi ini akan dicatat menggunakan persyaratan transisi dalam PSAK 19 revisi 2009)

Jika ada website dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset tidak berwujud, tetapi sebelumnya tidak diakui sebagai aset, maka aset tidak berwujud tersebut tidak diakui pada tanggal ketika Interpretasi ini menjadi efektif. Jika ada website dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset tidak berwujud, sebelumnya diakui sebagai aset dan pada awalnya diakui sesuai dengan biaya perolehan, maka jumlah yang diakui pada awalnya dianggap sudah ditentukan secara benar.