Jika dalam pelajaran akuntansi kita biasanya hanya disuguhkan pada 4 laporan keuangan wajib yakni: laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan neraca dan laporan arus kas, sejujurnya ada yang kurang. Apakah itu? Catatan Atas Laporan Keuangan atau sering disebut dengan CALK.

Catatan Atas Laporan Keuangan atau CALK merupakan informasi rinci tentang detil yang ada dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan kata lain CALK merupakan penjelas pada laporan keuangan yang tidak bisa diungkapkan secara rinci asal muasal angka yang ada dalam laporan keuangan tersebut.  Begitu pentingnya CALK menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan yang harus dikemukakan pada laporan keuangan perusahaan yang sudah terbuka (Tbk).

Catatan Atas Laporan Keuangan, laporan keuangan, akuntansi
Catatan Atas Laporan Keuangan sebagai komponen penting lain di manajemen keuangan perusahaan

Kenapa CALK itu penting?. CALK penting sebagai dasar untuk memberikan penjelasan secara gamblang kepada para pembaca secara luas. Hal ini dikarenakan pembaca laporan keuangan tidak hanya para akuntan, akan tetapi berbagai pihak yang notabenenya bukan bidang akuntansi, sehingga akan lebih membantu jika CALK itu ditampilkan. CALK dapat membantu pembaca supaya tidak salah persepsi dalam membaca laporan keuangan. Contoh CALK: Terdapat penurunan nilai aset tetap yang begitu drastis untuk periode pelaporan tahun ini dan tahun sebelumnya. Dalam CALK bisa disebutkan alasan penurunan drastis nilai aset tetap. Misalnya: Aset tetap kebakaran.

Baca juga : 5 Jenis Laporan Keuangan dan Fungsinya Terhadap Bisnis

Tidak hanya perusahaan pada umumnya yang harus menyajikan catatan atas laporan keuangan. Pemerintah pun sebagai entitas perlu untuk menyajikan catatan atas laporan keuangan perusahaan. Hal ikhwal tentang catatan atas laporan keuangan tersaji dalam standar akuntansi pemerintahan pernyataan nomor 4 (PSAP 4).  Dalam akuntansi pemerintahan, setiap pos dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas harus memiliki referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Isi dari Catatan Atas Laporan Keuangan yang menyajikan informasi tentang penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai, antara lain:

  1. Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;
  2. Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan;
  3. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk  diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting  lainnya;
  4. Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam  lembar muka laporan keuangan;
  5. Mengungkapkan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rek onsiliasinya dengan penerapan  basis kas;
  6. Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka  laporan keuangan.

Sumber: PSAP 04

Supaya catatan atas laporan mudah untuk dibaca, maka pengungkapan dapat disajikan secara narasi, bagan, grafik, daftar maupun schedule maupun bentuk lain yang mana ringkas, padat, dan jelas. 

Sebenarnya, di era sekarang laporan keuangan hingga catatan atas laporan keuangan dapat dengan mudah didapatkan oleh sebuah sistem yang sudah mulai menjamur di aktivitas bisnis masyarakat, termasuk Indonesia. Coba cari tahu disini.