Kesalahan manajemen keuangan Banyak pengusaha pemula yang sering melakukan kesalahan dalam manajemen keuangan. Memang betul, pengusaha pemula sangat pintar menangkap berbagai peluang bisnis dan mengembangkan produk/jasa inovatif sehingga memberikan keuntungan yang luar biasa.  Akan tetapi, banyak dari teman-teman pengusaha pemula yang kurang pandai dalam mengatur keuangannya.

Seringkali pengusaha yang masih dalam tahap awal perintisan bisnisnya menjadi lepas kendali sehingga membawa mereka untuk mengambil keputusan yang kurang tepat, terutama pada kesalahan manajemen keuangan.

Ketika terjadi kesalahan fatal pada manajemen keuangan, maka bisnis pun kemungkinan besar akan mengalami kerugian besar, bahkan kebangkrutan. Sebenarnya, kesalahan manajemen keuangan dapat dihindari sejak awal perintisan usaha.

Baca juga: 6 Strategi Jitu Optimalisasi Manajemen Kas Usaha Anda

Beberapa contoh kesalahan manajemen keuangan yang dapat Anda hindari sejak awal

kesalahan keuangan, bisnis pemula, pengusaha pemula, manajemen keuangan
Penurunan performa usaha dikarenakan oleh manajemen keuangan yang buruk
  • Investasi internal yang tidak matang penghitungannya

Hal ini seperti pembelian barang-barang yang terlalu banyak atau sebenarnya tidak terlalu diperlukan dalam kegiatan langsung operasional perusahaan. Misalnya: menyewa gedung dengan harga yang cukup tinggi dimana seluruh isinya tidak dimanfaatkan. Akan lebih baik menguntungkan untuk mempertimbangkan penyewaan gedung yang asas pemanfaatannya optimal. Hal semacam ini akan sangat menguras uang segar cukup banyak diperusahaan.

Ketika uang yang cukup banyak dialoksikan untuk investasi penyewaan gedung yang tidak optimal sedangkan kebutuhan modal kerja sangat tinggi, hal ini akan menyulitkan perusahaan. Katakanlah, kebutuhan modal kerja—untuk beli bahan baku, bahan penolong, upah pegawai, biaya kemas, ongkos kirim—telah diperhitungkan. Saya yakin perhitungan tersebut masih berupa perkiraan (estimasi). Bagaimana jika ternyata jumlah pesanan/permintaan lebih tinggi dari yang diperkirakan? Sayang sekali jika harus kehilangan peluang tersebut hanya karena dana yang kita miliki tidak cukup.

Penting bagi Anda untuk lebih banyak menempatkan cadangan modal awal dalam bentuk uang sehingga Anda dapat mengantisipasi ketika terjadi hal-hal yang diluar perencanaan. Misalnya saja, terjadi lonjakan pesanan dari customer. Coba untuk lebih hati-hati dalam mengeluarkan biaya untuk sebuah keperluan, carilah barang yang memang memiliki fungsi yang maksimal bagi operasional perusahaan Anda.

Baca juga: Kupas Tuntas Pajak Pertambahan Nilai atau PPN Membangun Sendiri

  • Tidak Memisahkan Aset Pribadi dan Bisnis

Kesalahan manajemen keuangan selanjutnya adalah menggabungkan aset pribadi dan bisnis. Ini adalah kesalahan umum yang sangat sering terjadi bagi pengusaha pemula. Tidak memisahkan aset pribadi dan bisnis adalah hal yang fatal dalam menjalankan usaha. Anda dilarang untuk mengambil tabungan pribadi untuk menutup biaya pengeluarkan yang terjadi ketika perusahaan mengalami penurunan. Mengapa demikian? Karena aset pribadi Anda akan berkurang, akan lebih baik jika Anda menyisihkan keuntungan bisnis Anda sehingga dapat digunakan pada waktu genting. Jangan campurkan keuangan bisnis dan pribadi Anda. Akan sangat baik jika Anda dapat memisahkannya sejak awal dibentuknya perusahaan.

  • Menggampangkan pengeluaran yang nilainya kecil

Kesalahan ini kerap terjadi bagi pengusaha-pengusaha tahap pemula. Memang pada kenyataannya, pengeluaran-pengeluaran kecil sering terjadi di setiap perusahaan, utamanya perusahaan yang baru dirintis pasti akan banyak membutuhkan pengeluaran kecil untuk pembelian ATK (Alat Tulis Kantor).

Nyaris tidak terasa bukan untuk pembelian pulpen, buku, atau kertas HVS? Terkadang kapan waktu beli, apa saja yang dibeli, berapa total pengeluarannya pun nyaris tidak diingat karena dianggap jumlah yang sedikit. Pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut, cepat atau lambat, akan menjadi sangat banyak. Bagaimana mungkin dana anda banyak terpakai untuk sesuatu yang bisa dikatakan tidak membuat produk atau jasa yang anda hasilkan meningkat, baik secara jumlah maupun kualitasnya.

Hal tersebut terjadi karena tidak pedulinya kita pada pengeluaran kecil. Saking kecilnya, sampai anda menganggap hal tersebut tidak usah dimasukkan dalam anggaran perusahaan saudara. Padahal semua transaksi dalam perusahaan sudah seharusnya terreport dalam laporan. Karena ketidakpedulian akan pengeluaran yang sifatnya kecil, hal ini menjadikannya tidak terkendali.

Pengeluaran kecil tidak perlu diestimasi secara mendetail. Cukup estimasi jumlah secara keseluruhan yang akan anda keluarkan. Perkuatlah pikiran dalam benak anda bahwa pengeluaran kecil akan menjadi membengkak jika intensitasnya tinggi.

Baca juga: Langkah – Langkah Utama Observasi Perencanaan Audit

Bagaimana mengatasinya? Anda dapat menjalankan konsep pembukuan sederhana bagi usaha Anda, terlebih lagi sekarang semakin dipermudah dengan adanya sistem pencatatan akuntansi online. Jika Anda merasa kesulitan melakukan pencatatan manual, maka sistem pembukuan online ini dapat menjadi alternatif Anda. Dengan melakukan pencatatan, tentunya Anda akan dapat lebih mudah memantau kondisi keuangan perusahaan bukan?

kesalahan keuangan, kesalahan manajemen keuangan, bisnis pemula, pengusaha pemula, manajemen keuangan

  • Kesalahan pada peminjaman uang

    Kesalahan peminjaman uang sering terjadi bagi pengusaha pemula. Apa saja bentuk kesalahan ini? Salah satunya adalah meminjam uang dengan jumlah yang terlalu banyak tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu. Hal ini sebanarnya tidak baik untuk dilakukan, mengapa demikian? Karena semakin besar uang yang Anda pinjam, maka semakin besar pula jumlah yang harus Anda kembalikan. origination fee yang harus Anda bayar juga lebih besar. Origination fee adalah biaya yang diperlukan untuk memproses pinjaman Anda yang meliputi penyiapan dokumen, verifikasi riwayat hutang sang peminjam, dan sebagainya.

Selain itu, timing juga menjadi kesalahan selanjutnya. Anda tidak memikirkan kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan peminjaman uang. Disini peran pembukuan menjadi sangat penting, karena dengan pembukuan dan manajemen akuntansi yang baik, Anda dapat mengetahui kapan Anda benar-benar membutuhkan peminjaman uang. Jangan terlena dengan intuisi usaha Anda yang belum tentu benar adanya, cobalah untuk observasi terlebih dahulu.

Persetujuan peminjaman uang antara pihak pertama dan pihak kedua

  • Terlalu Banyak Investasi pada Produk yang Belum Teruji

Kesalahan manajemen keuangan lainnya adalah terlalu banyak investasi pada produk yang belum teruji. Tentunya, investasi menjadi hal yang sangat menarik bagi pengusaha. Bahkan terkadang banyak yang tidak berpikir panjang langsung menginvestasikan uang dalam jumlah besar ke produk yang dianggap bernilai tinggi. Padahal, investasi tanpa adanya observasi dapat berakibat fatal bagi usaha Anda.

Baca juga: Bagaimana Cara Untuk Menilai Aset Tetap yang Anda Miliki Agar Dapat Dijual?

Hal ini kerap terjadi pada fase perancangan, rekayasa dan pengembangan. Akuntansipedia mendapatkan setidaknya ada 2 macam test yang dapat dilakukan sebelum mengambil keputusan, yaitu:

  1. Tes Pasar– Pasar merupakan area yang sangat rentan bagi keberlangsungan bisnis setiap orang. Bayangkan saja, ketika anda sudah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mengembangkan produk yang menurut anda akan laku keras, ternyata pasar tidak menyambut dengan baik. Kasus seperti ini sangat sering muncul pada produk kreatif, terutama produk yang dipengaruhi oleh selera dan rasa suka (bukan karena kebutuhan, tapi keinginan). Untuk itu, lakukan tes pasar terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menginvestasikan dana anda untuk kegiatan pengembangan.
  2. Tes Produksi– Akan lebih parah jika animo pasar begitu tinggi, tetapi tidak bisa diproduksi secara masal. Bukan hanya kehilangan uang yang telah diinvesatasikan pada kegiatan pengembangan, tetapi yang paling parah akan merusak reputasi perusahaan yang akan memberikan peluang untuk kehilangan pelanggan dimasa mendatang.

kesalahan keuangan, kesalahan manajemen keuangan, bisnis pemula, pengusaha pemula, manajemen keuangan

Akuntan merupakan orang yang mengambil posisi cukup penting dalam perusahaan. Teman-teman pengusaha jangan sampai meremehkan keberadaan akuntan untuk melakukan pengelolaan keuangan. INGAT uang merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah usaha. Banyak orang yang tidak mau menggunakan jasa akuntan karena menganggap akuntansi itu mudah, akuntansi hanyalah “debit dan kredit “. Padahal tidak segampang itu.

Pada kenyataannya banyak pengusaha yang menganggap pengelolaan keuangan tidak terlalu penting sehingga tidak mau menggunakan jasa akuntan. Padahal sebenarnya dengan bantuan akuntan, ataupun sistem akuntansi akan sangat membantu pengelolaan keuangan Anda, tidak sekedar debit dan kredit saja.

Akan lebih baik jika Anda menggunakan jasa akuntan, tidak hanya sekedar keuangan tapi hingga perpajakan pun akan terselesaikan dengan efektif, karena memang inilah tugas dari akuntan. Tidak akan salah apabila Anda menggunakan jasa akuntan atau pun sistem akuntansi sejak awal berdirinya perusahaan. Ini akan sangat membantu mengefektifkan manajemen keuangan usaha Anda.